Submitted by kidbabel on
Komisi Informasi (KI) Pusat menggelar pelatihan mengenai pengembangan media sosial (medsos) yang diikuti sejumlah KI Provinsi di ruang pertemuan lantai 9 Sekretariat KI Pusat Wisma BSG Jakarta, Jumat (28/02/2020). Pelatihan sehari penuh itu dibimbing Feri Cokroaminoto diikuti KI Pusat, KI Provinsi Maluku, KI Sumatera Barat, KI Bali, KI Nusa Tenggara Timur, KI Nusa Tenggara Barat, KI Banten, KI Jawa Barat, KI Jawa Timur, KI Jawa Tengah, KI Aceh, Diskominfo Sulteng, dan KI Sulut.
Ketua Bidang Advokasi Sosialisasi Edukasi KI Pusat Wafa Patria Umma dan Ketua Bidang Penelitian Pengembangan dan Dokumentasi Romanus Ndau Lendong yang melakukan pendampingan terhadap pelatihan pengembangan medsos, dihadiri Kepala Bagian Umum KI Pusat Nunik Purwanti mewakili Sekretaris KI Pusat Bambang Sigit Nugroho. Pelatihan dilaksanakan dalam dua sesi melalui metode yang yang disampaikan oleh sang mentor Feri Cokro, diawali dengan perlunya branding terhadap Komisi Informasi sehingga diharapkan mampu memberikan citra terbaik di masyarakat.
Kemudian pada sesi kedua, setelah sholat Jumat, satu persatu peserta diminta menunjukkan pengembangan medsosnya masing-masing agar bisa dikelola lebih menarik lagi.
Feri mengingatkan perlunya pengelolaan medsos di masing-masing KI secara serius, jika ingin membuat medsos maka harus dilakukan secara serius atau tidak sama sekali. Untuk itu, menurutnya diperlukan staf khusus yang mengelola medsos sehingga bisa update setiap hari karena semua instansi pemerintah sekarang ini sudah memiliki medsos, jika gubernur atau presiden memiliki medsos maka yang kelola pasti stafnya seolah-olah bertindak sebagai gubernur atau presiden.
Hanya diingatkan supaya pengelolaan medsos cukup yang terjangkau saja, jangan sampai semua jaringan medsos ingin dijangkau tapi tidak cukup tenaga sehingga tidak bisa update setiap hari. Menurutnya ada empat jaringan medsos yang cukup populer digunakan oleh berbagai lembaga, seperti Youtube, Facebook, Instagram, dan Twitter, namun jika tidak bisa dikelola semuanya maka cukup pilih dua jaringan medsos saja yang penting diupdate secara konsisten.(Laporan : Karel Salim/Foto: Abdul Rahman)
